Kamis, 22 November 2012


KEGIATAN : BEDAH BUKU, HE QI : UTARA.

Tema : "Ilmu Ekonomi Kehidupan" Bab I Waktu
Pembicara : Hong Tjhin Sx
Mc : Sjukur sx
Lokasi : Jing Si Books & Café, Pluit.
Waktu : Kamis, 22 November 2012 Pkl: 19:00 – 21:00
Jumlah peserta : 32 orang

Buku yang akan dibahas kali ini bisa dikatakan sangatlah tidak biasa, membahas ekonomi dalam kehidupan kita sehari-hari merupakan hal yang biasa, pada saat kita menempuh pendidikan di sekolah kita diajarkan ilmu ekonomi, tetapi membahas ilmu ekonomi pada kegiatan Tzu Chi Bedah Buku bukanlah hal yang biasa dimana Tzu Chi mengajarkan kita nilai-nilai luhur untuk berbuat kebajikan. Dan hal yang luar biasa seorang Bhiksuni pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengarang buku Ilmu Ekonomi Kehidupan, kita semua mengetahui pasti Bhiksu atau Bhiksuni mendedikasikan hidupnya untuk tujuan mulia membabarkan ajaran Buddha Dharma.

Sebelum membahas tentang Buku Ilmu Ekonomi Kehidupan Hong Tjhin sx memaparkan bahwa buku ini terdiri dari tiga bagian, bagian pertama mambahas tentang waktu, bagian kedua membahas tentang ruang dan bab tiga yang merupakan bab terakhir membahas tentang hubungan antar sesama, pada hari ini Hong Tjhin sx akan lebih membahas pada bab yang pertama mengenai waktu. Bicara waktu bagi sebagian orang mengangap Time Is Money, dan bagi orang bijaksana waktu bagaikan berlian.

Untuk mendukung dari pembahasan mengenai waktu Hong Tjhin Sx juga menampilkan beberapa Video dan Email sebagai pendukung. Video yang pertama menceritakan tentang seorang remaja putri yang hamil, sang Ibu dengan penuh cinta kasih meminta kepada suaminya agar jangan bertindak keras terhadap putrinya, sang remaja putri meminta maaf kepada ayahnya, Sebenarnya sang ayah sangatlah marah dan kecewa terhadap putrinya dan hendak menampar putrinya  tetapi ingatannya kembali pada belasan tahun silam begitu bahagiannya ia menantikan dan menyaksilan kehadiran dari sang putri, saat-saat ia melihat sendiri kelucuan putri kecilnya, ia pun berjanji untuk menyayangi dan mencintai putrinya dengan sepenuh hati, dalam sekejap hatinya langsung luluh  dan dengan cinta kasih ia memeluk putrinya “Ayah tetap menyayangimu dan menyayangi anakmu”,  ada beberapa tanggapan terhadap video ini  dalam kehidupan sehari-hari seiring berjalannya waktu terkadang kita melupakan janji kita sendiri, kita harus menyadari bahwa kekerasan tidaklah menyelesaikan masalah, mindfullnees harus tetap kita jaga, sang ayah merupakan orang tua yang luar biasa karena dapat menerima kondisi ini.


Ada sebuah cerita dalam buku ini, Raja Yama sebagai raja neraka mengatakan kepada anak buahnya kepala kerbau, kepala kuda dan setan kecil “neraka semakin lama semakin sedikit penghuninya, bagaimanakah caranya agar dapat membuat neraka dapat penuh kembali ? kepala kerbau mengatakan saya akan katakan pada manusia bahwa neraka itu tidak ada, maka manusia akan bertindak sesuka hatinya, kepala kerbau mengatakan kalau saya akan katakan pada manusia bahwa surga itu tidak ada maka percuma saja mereka untuk berbuat kebajikan, setan kecil mengatakan saya akan mengatakan pada manusia bahwa masih ada hari esok, Sang Raja Nerakapun langsung berkata tepat sekali terhadap usul setan kecil. Ya memang benar kelemahan manusia adalah sangat suka menunda,  sedangkan waktu tiada pernah berhenti.

Email pertama membahas tentang tiga hal yakni hal yang membuat Master Cheng Yen terhibur, penyesalan Master Cheng Yen dan harapan Master Cheng Yen. Yang membuat Master Cheng Yen terhibur beliau berhasil membawa nilai-nilai spiritual yang biasa diperkenalkan dan diprakterkan diVihara-Vihara kedalam kehidupan masyarakat luas tanpa membedakan lintas ras,agama suku dan golongan tetapi beliau menyesal pada kenyataannya insan Tzu Chi yang giat melaksanakan kebajikan ternyata kebijaksanaanya tidak berkembang oleh karena itu beliau mengharapkan kepada insan Tzu Chi agar dapat menuntaskan separuh perjalanan dari Tzu Chi ini, karena Tzu Chi bisa dikatakan bagaikan bola salju yang saat ini sedang menggelinding, dan bukan tidak mungkin arahnya kearah yang salah, tentu saja ini tidaklah Master Cheng Yen inginkan.

Video kedua mengisahkan seorang gadis muda yang divonis dokter menderita leukemia (kanker darah) dan dokter memperkirakan hidupnya hanya tersisa enam puluh hari saja. Kesedihan tak terkira melanda hati gadis tersebut, sang kekasih yang berusaha menghiburnya tak digubrisnya tetapi dengan kesungguhan hati sang kekasih yang tanpa putus asa terus memberikan semangat dan selalu setia mendampinginnya walaupun akhirnya gadis tersebut akhirnya meninggal dunia tepat seperti yang diperkirakan dokter tetapi sang kekasih berhasil memberikan makna dari cinta kasih dan kebahagian disisa hari gadis tersebut. Video ketiga mengisahkan seorang ibu hamil yang meminta dokternya agar dapat mempercepat proses kelahirannya anaknya, tentu saja hal ini membuat dokter kaget, ibu tersebut mengatakan bahwa ia sudah tidak memilki banyak waktu lagi karena suaminya menderita tumor otak.  Dua jam setelah melahirkan sang ibu langsung membawa bayinya ke ayahnya yang sedang terbaring diranjang rumah sakit. Walaupun ayahnya tidak dapat melihat anaknya, jari mungil bayi tersebut menggengam tangan ayahnya seolah mengerti ia sedang berada dalam dekapan ayahnya, tak terasa air mata mengalir dari mata ayahnya ,sebelum ayahnya meninggal ayahnya membuat video untuk anaknya divideonya ayahnya mengatakan bahwa walaupun ia tidak melihat anaknya tetapi ia sangat menyayanginya ia mengharapkan anaknya untuk menyayangi dan menjaga ibunya.

Email yang kedua atau yang terakhir membahas tentang mimpi Master Cheng Yen, Master Cheng Yen bermimpi ia berada dalam sebuah kereta didalam kereta terdapat penumpang wanita dan pria, sebelum sampai tujuan penumpang pria turun dengan alasan ingin berziarah, Master Cheng Yen berjalan ke gerbong lainnya melihat penumpang wanita yang sedang sibuk bersolek dan Master Cheng Yen melihat keluar ternyata ada seorang yang berpakaian mirip petugas kereta api berusaha sedang memperbaikin rel  kereta api dan ternyata bukan. Master Cheng Yen memberikan dua buah tongkat untuk memperbaiki rel kereta api tersebut. Mimpi tersebut bukan sekedar mimpi biasa yang tanpa makna. Penumpang pria tersebut menunjukan keegoisan dimana ia sibuk mengurusi urusannya sendiri penumpang wanita bagaikan umat awam yang semakin terlena dengan kehidupan duniawi, petugas kereta api yang ternyata bukan bagaikan pembabar Dharma yang tidak mengerti Dharma tetapi berusaha membabarkan Dharma dan dua tongkat tersebut melambangkan kebajikan dan kebijaksanaan yang dapat membawa kita mencapai nirvana.

Video yang keempat mengisahkan seorang kakek berusia 86 tahun, setiap pagi setelah selesai melakukan aktivitasnya ia membawa alat musiknya berjalan menempuh perjalanan jauh kemakam  istrinya untuk memainkan alat musik  mendendangkan alunan lagu kesukaan istrinya. Hal ini telah ia lakukan selama tiga puluh tahun tanpa mengeluh karena pada saat istrinya belum meninggal ia telah berjanji pada istrinya untuk setiap hari memainkan alat musik mendendangkan alunan lagu kesukaannya. Video terakhir mengisahkan seorang ayah yang tidak menyetujui putranya menjadi seorang musisi, sejak putranya beranjak remaja telah menyukai musik, karena ayahnya tidak menyetujui kegiatan anaknya pertengkaran mewarnai hubungan mereka setiap harinya suatu hari ketika sang anak telah sukses menjadi musisi dan akan melakukan konser, anaknya mengharapkan kehadiran ayahnya untuk memberikan dukungan dan restu, ayahnya menyadari bahwa ia telah bersikap keras terhadap anaknya , selama ini ia telah kehilangan waktu yang berharga bersama anaknya karena pertengkaran, dalam perjalanan mengendarai mobil menuju tempat konser anaknya ia sudah membayangkan senyuman kebahagiaan dari anaknya karena kehadirannya , sang ayah bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan anaknya, tiba-tiba sebuah truk didepan muncul membuat ia kaget dan kecelakaanpun tak terelakan, tangannya masih menggengam tiket vvip khusus untuknya.

Master Cheng Yen selalu menghimbau kita agar dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Tetapi apakah kita telah benar-benar dapat mengerti dan menyadari hal ini. Sudahkan kita memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya? 

Gan En

Kamis, 08 November 2012

KEGIATAN                              : BEDAH BUKU, HE QI : UTARA

Tema : “Jangan Pernah Berhenti Untuk Menjadi Seorang Yang Luar Biasa”
Pembicara : Oey Hoey Leng
Lokasi : Jing Si Books & Café, Pluit.
Waktu : Kamis, 08 November  2012 Pkl: 19:00 – 21:00
Jumlah peserta : 29 orang

Sebelum memulai marilah kita berpikir kita adalah orang-orang yang luar biasa, dengan berbagai macam alasan. Luar biasa karena apa?

Sharing peserta:
Thomas Sx          : mungkin lebih baik jika orang lain yang menyatakan bahwa saya luar biasa, sebab saat ini saya hanya merasa biasa-biasa saja. Saya berusaha untuk lebih mendalami, menghayati, sebagai insan Tzu Chi tetapi masih banyak kekurangan sadar atau tidak sadar. Tetapi yang terpenting adalah tekad, tekad yang ada dalam hati untuk melakukan semuanya secara all out untuk Tzu Chi. Tetapi saat ini yang saya rasakan luar biasa adalah karma jalinan jodoh yang saya dapatkan di Tzu Chi.

Meliza Sj              : untuk menjadi orang yang luar biasa berarti kita harus memiliki pikiran jangan yang seperti biasa, misalkan jika ada seseorang yang memarahi kita jika kita berpikir seperti orang biasa pasti kita akan emosi merasa tidak disukai. Tapi, jika kita berpikir yang tidak biasa kita tahu ini hanya sementara bisa berubah. Jadi, untuk menjadi orang yang luar biasa kita harus berpikir yang diluar orang biasa.

Hoklay Sx             : menyadari bahwa kita itu memiliki sesuatu yang luar biasa bukanlah suatu kesombongan, jangan jadikan suatu yang luar biasa itu menjadi kesombongan. Menggunakan luar biasa untuk hal yang lebih bermanfaat. Luar biasa itu artinya kita bisa dan mau untuk belajar, mengubah kebiasaan buruk. Hidup ini penuh dengan tantanga yang harus ditaklukkan untuk meningkatkan kualitas diri. Di dalam bedah buku mendengar sharing orang lain membuat terinspirasi meskipun kata-kata itu sangat sederhana, jangan meremehkan orang lain ketika orang lain berbicara kita harus mendengarkan sehingga kita bisa mendapatkan.

Sjukur Sx             : setiap manusia waktu dilahirkan tidak bisa apa-apa, setelah tumbuh dewasa dia bisa apa saja. Luar biasa itu seperti kata Master setiap orang punya potensi jika ia bisa menyadarinya ia akan luar biasa. Manusia itu terkadang terkung-kung oleh pikirannya, konsepnya, egonya itu yang membuatnya tidak bisa luar biasa. Sesungguhnya potensinya luar biasa.

Wahyuni Sj         : Master berkata kita adalah Bodhisattva dunia otomatis saat kita menjadi Bodhisattva dunia kita tidak boleh menjadi seorang yang biasa-biasa saja, kita harus berjalan seperti yang tidak biasa kita tidak bole berhenti menjadi orang yang luar biasa. Contohnya : jika biasanya kita hobi shopping tapi saat berada di jalan Bodhisattva kita harus selalu sadar kita harus menjadi contoh, teladan di kehidupan kita. Jadi klo dulu uang untuk shopping tapi sekarang bisa kita donasikan di Tzu chi .

Setiap orang memiliki persepsi masing-masing yang dimaksud dengan luar biasa. Pengertian luar biasa secara umum atau secara duniawi adalah dinilai dari secara ukuran tingkatan sosial, pendidikan, kesuksesan, segala sesuatu yang dilihat memiliki nilai lebih. Pada saat dilahirkan, kita adalah seorang yang luar biasa dimata orang tua kita. Saat bertumbuh dari kecil hingga dewasa merupakan proses luar biasa jadi jika kita patah semangat itu artinya kita telah berhenti untuk menjadi luar biasa.

Bicara tentang luar biasa bukan hanya sekedar bicara tentang materi yang berlebih, kecantikkan yang berlebih, kepintaran yang berlebih, memiliki kemampuan yang lebih dari orang lain. Tapi, sebenarnya bagaimana kita bisa merasa hidup ini dengan nyaman apakah kita bahagia atau tidak bahagaia?

Bahagia atau tidak bahagia tergantung pada :
  • SIKAP pikiran
  • Pandangan, ideologi
  • Ucapan
Kita selalu memiliki pilihan, kita ingin seperti apa? Sikap yang didasari oleh pikiran yang berbeda , maka hasilnya akan berbeda. Jangan menyalahkan lingkungan, karena setiap saat kita selalu memiliki pilihan. Sikap pikiran seperti apa yang mau kita ambil untuk menjadi bahagia atau tidak bahagia berawal dari sikap pikiran kita sendiri. Jadi ketenaran, sukacita, kesuksesan bukan karena orang lain melainkan karena diri kita sendiri.

Di Tzu Chi kita belajar bagaimana menjaga kesadaran kita untuk memilih, Tzu Chi merupakan keluarga besar kita dan di rumah kita memiliki keluarga kecil kita. Yang sering terjadi didalam keluarga besar kita adalah kita merasa sudah cukup layak, sudah cukup benar, dan orang lain tidak. Jadi, selalu kita merasa dia kok begitu dan seterusnya. Salah satu sikap yang harus kita hentikan adalah sikap yang menyalahkan orang lain. Menyalahkan orang lain itu menjadi menurunkan rak kita semakin turun ke bawah membuat kita menjadi terbatas untuk bertumbuh. Tapi jika kita bisa bersikap netral, jika kita mampu menjadi orang yang memiliki cinta kasih tanpa pilih kasih maka kita akan dapat terus bertumbuh. kemampuan ini bisa bertumbuh kembang jika kita bisa berhenti untuk me-lebel orang lain. Tidak mudah memang karena kita harus menjaga kesadaran kita untuk tidak melihat sesuatu secara umum.

Kita harus mampu untuk mengendalikan diri kita sendiri menerima segala sesuatu apa adanya, jika terus complain membuat kita tidak bisa bertumbuh. Kita complain karena kita tidak bisa menerima segala sesuatu yang terjadi diluar exspetasi-exspetasi kita. Untuk itu  kita harus memiliki persiapan melihat sesuatu apa adanya. Banyak hal terjadi dalam kehidupan kita tapi, jangan sampai hal tersebut mengganggu kita.

“Manusia yang luar biasa ia tidak melekat pada masa lampau, ia tidak takut dengan masa depan, tetapi ia yang selalu puas dan bersyukur dengan keadaan saat ini.”
 Bhante : Tejanando

Di Tzu Chi untuk menjadi luar biasa kita harus mengembangkan cinta kasih tanpa pilih kasih kita, apakah kita mampu? Master bilang setiap orang adalah sama menghirup oksigen yang sama, memiliki warna darah yang sama. Master juga bilang jadi orang jangan terlalu berhitungan. Senantiasa berpuas diri (zhi Zhu), bersyukur (Gan En), berpengertian (San Jie), dan lapang dada (Bao Rong).

Sharing peserta :
Maya Sj                : kita sering complain, saat complain berarti kita mengikat jodoh tidak baik dengan orang lain. Belajar untuk sesalu melihat orang lain dari sisi positifnya lama-lama sifat yang suka complain ini akan berkurang. Luar biasa adalah bentuk peningkatan diri kita, bisa mengendalikan diri dengan penuh kesadaran.

Meliza Sj              : kekurangan saya justru adalah kelebihan saya. Mengubah kekurangan menjadi kelebihan, jika kamu adalah sebuah lemon maka jadilah jus lemon yang menyegarkan. Jangan selalu membandingkan ke atas. Membandingkan ke atas tidak ada habisnya selalu ada yang lebih tinggi. Perubahan itulah yang paling bagus, merubah diri adalah yang paling baik.

Stephen Sx         : untuk menjadi manusia luar biasa itu semua berawal dari belajar. Pertama kita harus membuka hati kita dahulu, mau menerima lalu menyadari.

Derren Sx            : luar biasa itu sebagai manusia harus bersyukur apa yang kita terima. Menghargai jerih payah orang tua yang telah bekerja keras demi anak-anaknya. Orang tua saya bukan datang dari keluarga yang serba berkecukupan. Meskipun penghasilan papa tidak besar tapi beliau hanya berpikir untuk memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anaknya. Saya merasa bersalah menikmati kerja keras mereka saya juga ingin berusaha sendiri agar dapat membiayai sendiri kuliah saya, mencari kebahagiaan untuk diri saya sendiri, dan bekerja keras untuk menjadi lebih baik.

Seorang yang luar biasa bukan diukur dari kesuksesan, tetapi kita harus sadari dahulu bahwa kita adalah
manusia yang luar biasa untuk itu kita tidak boleh patah semangat dan terus menjaga diri kita yang luar
biasa ini.
  • Yakinlah pada diri sendiri.
  • Biarkanlah diri kita ditempa (juga oleh orang lain) dan teruslah bergerak maju. Sering kali kita lupa kita mudah marah, mudah tersinggung. Jangan takut diri kita ditempa kita harus terus maju, biarkan diri kita yang seperti berlian ini digosok jangan jadikan diri kita batu penggosok.
  • Hendaknya kita tahu bahwa kita selalu punya pilihan.

Jadi STOP untuk :
v  Menyalahkan orang lain / situasi.
v  Membuat alasan / kambing hitam (pembenaran diri).
v  Menjadi korban kejadian masa lalu. Kita harus “melepas”.

Hidup kita adalah 100% tanggung jawab kita. Jangan menyalahkan orang lain, kita punya pilihan. Apabila seseorang menyadari dirinya sebagai suatu kesayangan karena itu kita harus melindungi diri kita dengan sangat baik. Maka pertama-tama seseorang seharusnya mengembangkan dirinya pada hal yang patut, kemudian dia boleh mendidik orang lain. Maka orang bijaksana seperti itu tidak akan dipersalahkan.

Seringkali yang membuat kita menderita adalah kita ingin mengendalikan orang lain, yang paling penting adalah bagaimana kita mengendalikan diri kita sendiri. Karena, diri sendiri sesungguhnya sukar dikendalikan.  Jika kita merasa berbangga hati karena bisa menaklukkan orang lain sebenarnya tidak demikian karena menaklukkan ribuan orang bukanlah pemenang tetapi jika kita mampu menaklukkan diri sendiri, menjaga hati, pikiran, ucapan, kelakuan kita itulah yang disebut pemenang sejati. Pemenang yang gemilang.

  • Dharma adalah ajaran tentang kehidupan.
  • Melihat diri kita adalah luar biasa, kita juga harus melihat semua orang adalah luar biasa ini merupakan bagian dari pelatihan diri kita.

Konsep 70-30
v  Cara kita menilai diri kita janganlah perfect angkanya 100, tapi juga jangan mengatakan kita nilainya 30. Kenapa? Jika kita merasa nilai kita 100 maka tidak ada lagi yang membuat kita ingin berkembang, demikian juga kita menilai orang lain. Jadi, harus ada ruang. Ruang untuk terus bertumbuh. Menilai dengan konsep 70-30 saat seseorang terlihat tidak seperti apa yang kita bayangkan kita akan memahami karena memang tidak ada yang sempurna setiap orang adalah demikian. Juga jangan fokus di 30 nya, kebiasaan kita adalah selalu melihat di 30 nya misalkan “saya tidak suka ini, itu…” dan tidak melihat 70 nya padahal lebih banyak 70 daripada 30. Betapa bodohnya kita Jika hidup kita habiskan hanya untuk melihat yang 30 dan tidak melihat yang 70 ini sungguh menyedihkan. Jadi, kita harus bijaksana. 70-30 itu sangat penting.

Penutup dari Posan sx   :
  • Hendaknya kita menjadi orang yang luar biasa yang memiliki cinta kasih tanpa pilih kasih dan berhenti menyalahkan orang lain.
  • Menjadi manusia luar biasa yang mampu menaklukkan diri sendiri dan juga merasakan bahwa orang lain juga luar biasa. Menjadi manusia luar biasa yang menginspirasi orang lain.
  • Lihatlah 70 nya, jangan melihat 30 nya.

Gan En.

Kamis, 01 November 2012

KEGIATAN : BEDAH BUKU, HE QI : UTARA.

Tema : Tak Ada Kata Berpisah.
Pembicara : Joni Saharani (Sekretariat He Qi Utara, 3 in 1, sound system).
Lokasi : Jing Si Books & Café Pluit.
Waktu : Kamis, 01 November 2012, pukul : 19:00-21:00 WIB.
Jumlah Peserta : 50 orang.

Akhir tahun 2006 Joni Saharani pertama kali bertemu dengan Livia Shigu di ITC Mangga Dua, kantor Yayasan Buddha Tzu Chi. Sewaktu jam istirahat kantor, Joni Saharani sempatkan waktu ke sana (pada saat itu Joni Saharani masih kuliah sambil bekerja). Begitu masuk tidak ada orang, karena waktu itu recepsionis sedang makan siang, lalu keluar Livia Shigu dan menyapanya. Sempat ngobrol-ngobrol dengan Livia Shigu lalu diajak untuk menjadi relawan. Karena waktu yang dimiliki sangat terbatas, maka Joni Saharani memutuskan untuk menjadi donatur saja. “Oh iya, tidak apa-apa, sama saja” kata Livia Shigu. Ternyata dalam perjalanan Joni Saharani balik ke kantor sudah mentransfer dana lalu menginfokan ke Livia Shigu via sms. Dan terlihat Livia Shigu sangat berkesan terhadap Joni Saharani. Belakangan di smsin oleh Livia Shigu, akhirnya mulai aktif di Tzu Chi.

Tahun 2007 belajar isyarat tangan bersama Kevin dan Karim, mereka sangat mahir “shou yu” (isyarat tangan). Joni Saharani kenal Po San Shixiong, ketika ada pameran Jingsi, lalu diajak Po San Shixiong untuk ikut kegiatan Bedah Buku tetapi Joni belum mengikuti kegiatan bedah buku, setelah bertemu dengan Amelia Devina Shijie lalu diajak, baru ikut kegiatan bedah buku. Pada tahun 2010 Joni Saharani selain sebagai relawan Tzu Chi juga bekerja di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi – Cengkareng di bagian Logistik dan Pembelian. Di sini saya kenal Pau Pin Shigu dan Cenny Shigu sebagai Pemerhati Bidang Pendidikan. Pau Pin Shigu sosok Ibu yang baik bagi karyawan, relawan, guru, staf dan siswa. Cenny Shigu, dia juga selalu membimbing saya. Orangnya sangat bijaksana dan teliti. Berkat dia, apa yang saya kerjakan menjadi lebih baik. Di sini saya mau berterima kasih kepada semua yang telah menjalin jodoh baik dengan saya selama ini, ada juga Ibu Dyah selaku Direktur Pendidikan Sekolah, Suryadi Shixiong, Merry Shijie (bekerja di Yayasan Buddha Tzu Chi dan sering membantu kegiatan di sekolah) dan Jhonny Tanny Shixiong (He Qi Barat 3 in 1 dan sound system). Mereka inilah yang punya andil dalam hidup saya, sehingga sampai hari ini saya bisa tetap di Tzu Chi. Suryadi Shixiong adalah teman SMA saya dulu. Ketika ada baksos di Jakarta Selatan, saya baru tahu bahwa Suryadi kerja di Yayasan. Terus ngobrol-ngobrol, lalu saya tanya ada lowongan di Yayasan? Lalu jodoh itupun datang di Sekolahan. Trima kasih Suryadi Shixiong, berkat Suryadi Shixiong, saya bisa bekerja di Sekolah Cinta KasihTzu Chi dan ada juga Ibu Helena sebagai HRD Yayasan.

“Orang yang mampu menunjukkan jalan yang benar pada kita adalah seorang guru yang baik, orang yang bisa berjalan beriring di jalan yang benar dengan kita adalah sahabat yang bermanfaat” kata perenungan Master Cheng Yen.

Jika ada kesempatan dan waktu maka menjadi jodoh.
1. Tidak ada kesempatan, tidak ada waktu = hargai berkah.
Saya berada di posisi ini pada saat kuliah dan kerja, saya mulai dengan menjadi donatur.

2. Ada kesempatan, tidak ada waktu = atur waktu sebaik mungkin.
Saya kuliah pada hari sabtu dan minggu. Senin sampai jumat harus kuliah 1 malam. Nah, saya atur waktu untuk ikut kegiatan Tzu Chi, ternyata hanya bisa ikut Shou Yu dan Bedah Buku. Di bedah buku saya terinspirasi oleh salah seorang relawan yang masih muda dan kegiatannya banyak sekali. Kenapa dia bisa sedangkan saya tak bisa? Dia adalah Amelia Devina.

3. Tidak ada kesempatan, ada waktu = ciptakan kesempatan.
Setelah selesai kuliah, tunggu tugas akhir, lebih punya waktu tapi kesempatan itu tak ada. Sebenarnya bukan tidak ada kesempatan, tetapi tidak tahu jadwal kegiatan di Tzu Chi. Lalu saya datang ke Jingsi Pluit lihat jadwal kegiatan apa saja dan kapan. Ternyata setiap minggu ada kegiatan sehingga kesempatan itu ada. Tzu Chi itu melakukan sesuatu untuk orang lain. Saya membaca status di Facebook teman, ada yang memberikan komentar kepadanya, Kenapa ikut Tzu Chi, habis waktu, capek, tidak dapat apa-apa. Setelah saya pikir-pikir memang benar lebih banyak waktu kita di Tzu Chi dan jawabannya bukan Tzu Chi yang butuh kita, tetapi kita yang butuh Tzu Chi. Jikalau mau berbuat kebajikan, kesempatan itu ada di Tzu Chi. Dengan membantu orang lain, kita bahagia dan merasa lebih baik dari orang yang kita bantu maka kita bisa bersyukur. Menyadari kita berlebih dibanding yang berkekurangan.

4. Ada kesempatan, ada waktu = gan en.
Tahun 2008 dilantik Biru Putih di RSKB Cengkareng. Pernah berikrar akan selamanya di Jalan Tzu Chi.

Tahun 2011 Pada kegiatan Hari Ayah, Like Shigu menjelaskan kalau bervegetarian pas hari Ayah, selain tidak membunuh makhluk hidup sekaligus juga melestarikan lingkungan, dengan begitu bisa mendapatkan pahala lalu melimpahkan jasa ini kepada Ayah. Kemudian Joni pun berikrar akan terus bervegetarian. Saya teringat kata Perenungan Master Cheng Yen: “Jangan menganggap remeh diri sendiri karena setiap orang memiliki potensi yang tak terhingga”, kata Joni.

Awalnya saya diberi tanggung jawab oleh Livia Shigu dibagian seketariat dan Sound System. Di sini saya kenal dengan Feranika Husodo yang bersumbangsih di sekretariat dan sounds system. Ada Bambang Shixiong juga. Setiap orang adalah Sutra Hidup. Saya banyak belajar dari orang-orang yang saya temui, dan selama berada di “belakang layar” selama mengikuti acara Training Abu Putih, Biru Putih, Komite, banyak ilmu yang didapat dari sharing mereka. Di 3 in 1, Henry Tando banyak membantu (membimbing) saya. Dulu ada Widarsono, sekarang juga sudah pulang kampung. Riadi dari He Qi Barat juga pernah membimbing saya. Kita selalu bareng ketika ada kegiatan kolaborasi He qi Barat dan Utara.

“Dengan keyakinan, keuletan dan keberanian tidak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini”, kata Perenungan Master Cheng Yen. Awalnya Joni takut ketika mendapat berkah fungsionaris. Seandainya dulu tidak menerima tanggung jawab itu, mungkin hari ini tidak berada di sini. Karena keyakinan, keuletan dan keberanian maju terus, maka tidak takut tidak berhasil. Di Tzu Chi banyak yang membantu. Modal nekad. Just do it. Banyak yang akan menolong untuk terus maju. Tidak ada kata berpisah, ikrar awal “terus berada di jalan Tzu Chi”, jika masih ada jiwa di raga ini dan jodoh kita terjalin baik, saya percaya kita akan bertemu lagi suatu saat”. Master pernah berkata gunakan waktu semaksimal dan mengejar kesempatan. Semoga dua atau tiga tahun lagi, saya bisa berkunjung ke Jakarta dan hidup lancar.Gan en.

Sharing dari Amelia Devina:
Kesan saya terhadap Joni adalah seseorang yang selalu punya waktu, selalu menyempatkan diri, tidak pernah mengeluh, selalu siap menerima tanggungjawab. Dia selalu susah menolak, kalau diminta. Karena menerima tanggungjawab jadi banyak belajar. Joni sifatnya iseng dan humoris (pintar bermain kata-kata plesetan). Joni selalu siap membantu kalau dibutuhkan (walau orangnya tidak hadir, hati selalu hadir). Di Depo, Joni yang mensetting Sound Systemnya. Jadi kalau ada Joni, tenang dech. Gan en sudah menjadi teman yang baik. Kami berharap Joni akan kembali sharing seperti saat ini. Saya dulu juga sering diantar Joni kemana-mana, selalu siap antar jemput. Joni baik orangnya.

Sharing dari Po San:
Senang bisa bersama Joni. Hari ini ada Bedah Buku berkat Joni yang membantu setting sounds system dan mic. Gan en Joni sudah membantu dengan sungguh-sungguh. Dulu bedah buku kadang di lantai bawah, jadi Joni yang mengangkat peralatannya naik turun. Saya sudah tidak ingat cerita dulu, gan en Joni masih mengingatnya.
Sharing dari Henry Tando:
Ternyata saya dapat kesempatan juga untuk berbicara. Saya hari ini terharu dan tergugah, pas foto-foto relawan tampil ada Widarsono Shixiong. Saya teringat perpisahan Widarsono Shixiong, pulang kampung bukan berarti berhenti tetapi menunggu tumbuhnya relawan baru. 3 in 1 bisa introspeksi diri, ternyata ini loh gunanya 3 in 1. Saya selalu minta tolong sama Joni Shixiong. Setelah mendengar ikrar Joni, timbul kekuatan baru dan semangat baru dalam diriku. Di Tzu Chi tidak takut jauh dari peradaban, benih cinta kasih pasti akan tumbuh.

Sharing dari Bambang:
Kalau ada tekad ada jalan, di Tzu Chi menjalin jodoh dengan orang, cinta tidak akan berkurang jika dibagi malah akan berkembang. Biar semua orang tahu, jika saya lupa yang lain akan mengingatnya. Pada saat jatuh, ada yang menarik. Joni ini memang sifatnya usil, tapi dari keusilannya lalu bisa akrab.


Sharing dari Feranika Husodo:
Kenal Joni dari Livia Shigu. Saya belajar Sound System dari Joni tanggal 4 Agustus 2009. Dia adalah guru saya. Ketika mendapat berkah mengedit video, mengetik text, akhirnya saya minta Joni Shixiong bantuin. Sama-sama berbagi ilmu. Kesan saya terhadap Joni: orangnya selalu membantu dan bisa diandalkan. Kalau ada kegiatan kebaktian “Gong Xiu”, beberapa hari sebelumnya saya sudah minta tolong sama Joni Shixiong untuk mensetting Sound System. Dan dia dengan senang hati pasti akan membantu.

Sharing dari Melliza Suhartono:
Joni adalah teman. Joni benar-benar orang Tzu Chi sejati, ramah, selalu tersenyum, sabar mengajarin orang penuh senyum, tekun dan penuh tanggungjawab. Saya belajar banyak dari dia. Joni seperti Bodhisattva, kalau melihat orang susah langsung datang membantu. Pernah sewaktu Training Abu, Yayasan tidak mempersiapkan Sound System. Lalu Joni dengan gigih mencari bantuan, dan akhirnya dibantu Livia Shigu by phone ke Yayasan. Kalau kerjain video (dikasih subtitle) bisa dikerjakan sampai pagi. Kalau saya lebih memilih tidur jika sudah malam. Gan en Joni Shixiong.

Sharing dari Maya:
Saya belum kenal Joni, pada bulan 7 penuh berkah kemarin, saya kebagian tugas mengatur barisan. Saya lihat layarnya kecil. Lalu saya lihat Joni, dan mengkritik kalau layarnya itu terlalu kecil, yang dibelakang tidak akan kelihatan, gimana sounds systemnya koq begini? Saya tidak tahu kalau Joni ini dibagian Sound System. Ternyata Joni menjawab, nanti dia sampaikan ke bagiannya. Kesan saya, dia orangnya baik, karena dia menjaga perasaan saya, seandainya dia bilang dia yang urus Sound System, tentu saya akan malu jadinya.

Sharing dari Livia:
Saya sangat kehilangan. Memang benar kesempatan harus dicari. Waktu dan jalinan jodoh ada. Biasanya saya meeting beberapa bulan sekali di Yayasan. Nah pas hari meeting itu, ketemu Joni. Lalu saya ajak jadi donatur. Sewaktu acara Pemberkahan Akhir Tahun, Joni tanya: “saya bisa bantu apa?”. Nah Livia Shigu jawab: “Bantu beresin buku-buku dan meja”, relawan yang lain juga kalau datang suka membantu. Saya mewakili Team He Qi Utara mengucapkan Gan en. Sangat Gan en ada Joni yang sangat membantu. Dulu saya juga foto sendiri dan membuat laporan sendiri. Gan en kepada semua Team. Joni walaupun bukan Buddhis, tapi mau pagi-pagi datang mensetting Sound System. Kalau ada Joni, tenang dech. Kalau ditanya bisa tidak, selalu menjawab bisa. Video untuk sharing Chao San juga Joni yang bantu, padahal dia ada acara ke Puncak, tapi masih sempat singgah untuk bantuin. Oh ya, Like Shijie ada bilang, tidak bisa hadir malam ini. Kita doakan sehat, sukses selalu dan menyebarkan Dharma Master Cheng Yen sampai ke Kalimantan.

Sharing dari Hok Lay:
Senang melihat smiling facenya Joni. Dikasih kerjaan selalu bilang berkah. Selalu senyum, tidak pernah ngedumel, mengeluh. Di bidang Sound System, enjoy saja. Speaker dan amplifier di Gong Xiu adalah hasil daur ulang dari Joni.

Sharing dari Stephen Ang:
Bekerja dengan sepenuh hati sudah termasuk Profesional. Joni Saharani waktu demi waktu belajar terus, dan akhirnya bisa. Keputusan ada di dalam diri kita, waktu bisa diatur. Selesaikan terlebih dahulu urusan pribadi baru membantu yang lain, seperti yang dianjurkan Master Cheng Yen. Ketika bertugas pasang poster saya sempat bertemu dengan Joni Saharani walaupun dia punya tugas ke luar kota, tapi masih menyempatkan waktu untuk membantu memasangkan Poster. Pengalaman yang baik adalah mendengar dari nara sumber yang nyata.


"Hati yang paling bernilai dalam kehidupan ini adalah hati yang tahu berterima-kasih. Kekuatan paling besar dalam kehidupan ini adalah kekuatan cinta kasih", kata Perenungan Master Cheng Yen.

Joni berterima-kasih kepada semua relawan dan kita juga akan berterima-kasih kepada Joni. Kita bisa mengambil semangat Joni untuk kehidupan kita.

Sharing dari Widarsono:
Joni lebih beruntung, di Kalimantan ada kantor penghubung. (Jarak tempuh kediaman Joni dengan kantor Penghubung berkisar 4 jam perjalanan). Salam penambah semangat untuk Joni.

Gan En.

Kamis, 25 Oktober 2012


KEGIATAN                              : BEDAH BUKU, HE QI : UTARA.

Tema : “Putaran Cinta Kasih”
Narasumber : Hok Cun Sx & Lim Cun Bie Sx
Moderator : Posan Sx
MC : Sjukur Sx
Lokasi : Jing Si Books & Café, Pluit.
Waktu : Kamis, 25 Oktober 2012 Pkl: 19:00 – 21:00
Jumlah peserta :33  orang

Setiap orang memiliki cinta kasih dan dapat bersumbangsih, kehidupan ini bagaikan roda yang terus berputar tidak selamanya hidup kita berada diatas (senang) dan tidak selamanya kita berada dibawah (menderita).

Lim Cun Bie shixiong merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada relawan Tzu Chi, yang benar-benar dengan tulus telah membantu. ”Sebelum berjodoh dengan Tzu Chi anak saya sakit dan hasilnya dinyatakan adalah tumor teratoma (tumor bawaan sejak lahir) dan harus segera dioperasi, waktu itu saya sama sekali tidak punya uang, saya hanya seorang penjual siomay keliling benar-benar tidak punya uang. Tiba-tiba saya teringat dengan Pak Acun (Hok Cun shixiong) saya dengar Pak Acun sekarang bekerja di Yayasan Buddha Tzu Chi yang biasanya membantu orang-orang, pertemuan dengan Pak Acun pun terjadi tanpa diduga-duga lalu saya pun menceritakan kondisi saya. Akhirnya pada Desember 2008 saya mengajukan bantuan ke Yayasan Buddha Tzu Chi. Saat di survei saya sangat gembira saya merasakan ada secercah harapan  lalu 3 hari kemudian anak saya pun di bawa ke RSCM untuk menjalani pengobatan, selama masa pengobatan saya selalu didampingi oleh Pan Acun ”ungkap Lim Cun Bie shixiong menceritakan bagaimana awal mula jodoh beliau dengan Tzu Chi.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, kita hendaknya dapat saling membantu. Terinspirasi dari cerita celengan bambu dari Hok Cun shixiong, Lim Cun Bie shixiong  yang bahwasannya telah dibantu oleh Yayasan Buddha Tzu Chi pun tergerak hatinya untuk dapat membantu kembali orang lain yang membutuhkan. Bermodalkan sepeda motor tua miliknya saat berkeliling menjajakan dagangannya beliau terus menyebarkan semangat celengan bambu kepada lebih banyak orang, meskipun selalu saja ada orang-orang yang berburuk sangka terhadap beliau namun, beliau tetap bersemangat. Lim Cun Bie shixiong berharap semoga putaran cinta kasih ini dapat terus berputar bagaikan roda sepeda motornya yang terus bergulir. bertekad selama Tzu Chi masih berdiri dan selama dirinya masih diberi kesempatan di dunia ini, beliau berkomitmen akan selalu membantu melalui celengan bambu. Semoga putaran cinta kasih ini bisa menjadi putaran cinta kasih universal yang penuh makna dan menjadi putaran yang tidak berhenti.
 
Hoklay shixiong :
ini adalah salah satu bentuk panggilan jiwa dari Lim Cun Bie shixiong untuk dapat kembali bersumbangsih dan membantu orang lain, semoga ini juga bisa menjadi semangat bagi relawan yang lainnya di Tzu Chi.


Posan shixiong :
Makna dari putaran cinta kasih itu sungguh luar biasa sekali dimana seseorang yang dibantu sekarang bisa membantu orang lain lagi, Master berkata membantu bukan hanya materi saja, bukan hanya secara fisik saja tetapi  yang terpenting adalah membantu secara batiniah, supaya bisa kembali membantu orang lain lagi dan ini sudah terbukti. Master juga mengatakan bahwa berdana bukan hanya hak orang kaya saja tetapi adalah hak setiap orang yang memiliki cinta kasih dan niat yang tulus seperti Lim Cun Bie shixiong.

Kesehatan adalah harta yang paling berharga. Merasa bahagia karena sudah dibantu maka disaat sudah merasa mampu sudah seharusnya kita kembali membantu orang-orang yang juga membutuhkan bantuan. Mari pergunakan tubuh yang sehat ini untuk dapat terus bersumbangsih.

Dipenghujung acara Lim Cun Bie shixiong juga mengungkapkan harapannya ingin menjadi relawan di Tzu Chi, ingin menjadi orang yang lebih baik. Beliau juga mengutarakan keinginan untuk bervegetarian “vegetarian kan sehat” ujar Lim Cun Bie shixiong. Asalkan ada tekad pasti akan ada kekuatan yang paling penting adalah memiliki pendirian yang kuat dan emosi yang lemah lembut.

GAN EN.

Kamis, 18 Oktober 2012

KEGIATAN            : BEDAH BUKU, HE QI: UTARA.

Tema                 : Kera yang Sombong - Buku Membeli Kebijaksanaan (bab.2).
Pembicara          : Sharing Peserta.
MC                     : Sjukur Zhuang Shixiong. 
Lokasi                : Jing Si Book and Café, Pluit.
Waktu               : Kamis 18 Oktober 2012, Jam 19.00 –21.00 WIB.
Jumlah peserta : 21 orang.

Narator / pembaca cerita : Po San Shixiong.
Pengisi suara kera dan Bihksu : Stephen Ang Shixiong.
Pengisi suara pemburu : Sjukur Zhuang Shixiong.


Isi cerita :
Narator : Disebuah gunung tinggal sekelompok kera yang hidup sangat harmonis bagai sebuah keluarga besar. Diantara mereka ada seekor kera yang sangat cerdas, ia selalu ingin menjadi pemimpin. Kera-kera lain menjauhinya, tetapi ia tetap saja sangat sombong.

“Aku lebih cerdas dari kalian, mengapa aku malah dijauhi? Tak apa, tanpa kalian pun kehidupanku tetap baik-baik saja”  kera yang sombong berkata dalam hatinya.

Narator : Suatu hari serombongan pemburu datang ke gunung tersebut (Kawanan kera melarikan diri). Tinggallah si kera sombong itu sendiri, ia menggoda rombongan pemburu dengan melompat kesana kemari memamerkan kehebatannya. Sebenarnya para pemburu tidak berniat membunuhnya, tetapi mereka menjadi marah akibat tingkah laku menjengkelkan kera itu (Kera mengejek para pemburu).

“Ayo, kita serempak memanahnya” kata Pemburu (Pemburu beramai-ramai memanah kera tersebut).

Narator : Walaupun cerdas dan lincah, ia tetap tidak dapat melarikan diri dari serangan rombongan pemburu itu dan akhirnya mati terpanah.

Bihksu : Kedamaian dalam hidup tercipta dari hubungan yang harmonis dengan orang lain. Apabila menganggap diri sendiri berbeda dengan orang lain, merasa diri lebih hebat, lebih pintar serta menganggap orang lain bodoh, maka kehidupan seperti inilah yang paling kesepian. Seandainya kera tersebut dapat hidup harmonis dengan kelompoknya, maka ketika ada bahaya ia dapat bersama-sama mencari jalan untuk menyelamatkan diri dengan kawanan kera lainnya. Sayangnya karena sifatnya yang sombong dan sok pintar,  ia akhirnya mati terbunuh. Sungguh sangat disayangkan. Kita harus memperlakukan sesama dengan lemah lembut. Jangan sekali-kali menyombongkan kehebatan diri sendiri. Dalam bermasyarakat, kita harus pandai-pandai membawa diri. Jika tidak, kita akan dikucilkan dan menderita kesepian. Kehidupan seperti itu sangatlah menyedihkan, juga merupakan kehidupan yang gagal. Dan semua itu disebabkan kesalahan diri sendiri sehingga dibenci masyarakat.

“Manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri, seseorang yang diterima dan disukai oleh orang lain barulah dianggap berhasil dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kita harus menjaga “Niat Pikiran” dengan baik”.

Sharing peserta :

Yogi Shixiong => Kera yang sombong itu, karena ia merasa yang paling pintar.

Po San Shixiong => Kera yang sombong itu merasa bisa hidup sendiri tanpa bantuan yang lain, ia merasa sombongnya seolah tanpa yang lain ia bisa hidup sendiri. Karena ia merasa sombong dan merasa pintar jadi ia berani menantang pemburu, padahal pemburunya itu tidak bermaksud untuk memburu ia, mungkin pemburu itu hendak berburu binatang yang lain, tapi karena merasa di goda dan di tantang maka pemburunya itu kesal jadi membunuhnya. Ada kata perenungan Master Cheng Yen “Semua orang punya masalah, tetapi yang paling penting jangan mencari masalah”.


Senny Shijie => Mood orang kita tidak pernah tahu, dalam lingkungan pergaulan kita mungkin ada teman yang bercandanya keterlaluan dan kelihatannya seperti nge-Sok (sombong). Mungkin saat bertemu dengan orang, lalu ia berlagak dan lagaknya itu membuat orang marah dan melampiaskan kemarahannya pada dia, mungkin saja maksudnya dia tidak begitu tapi itu membuat ia jadi seperti kena karma.

Stephen Shixiong => Saya ini suka foto dan ketika masuk kedalam kegiatan Tzu Chi, kita ada tim foto yang mendokumentasikan kegiatan. Kalau saya merasa diri sendiri hebat lalu dalam kegiatan besar dengan 4.000 – 6.000 orang, kalau saya yang foto sendiri itu kan tidak mungkin dan saya butuh juga bantuan orang lain. Mungkin diantara para anggota ini ada yang tidak mempunyai keahlian foto seperti saya, kalau saya tidak memberikan ilmu yang saya dapat, misalnya: ada yang mau foto tapi tidak tahu caranya dan saya biarkan saja lalu hasil fotonya tidak bagus, itu juga berarti tidak dapat bekerja sama dengan baik. Jadi saya juga mengSharingkan cara bagaimana membuat foto yang baik, sehingga pada hari H semua bisa berjalan lancar dan menghasilkan gambar yang baik. Seperti kera yang sombong ini, ia tidak mau untuk membagi kepintarannya dan hanya disimpan untuk dirinya sendiri saja, yang akhirnya kepintarannya itu tidak bisa dibawa ketika ia mati.

Sin Jiu Shixiong => Dalam kehidupan sehari-hari kita, memang ada yang seperti ini. Dimana ada orang yang egonya terlalu tinggi, jadi seakan-akan dia yang benar dan orang lain disekitarnya salah dan didalam keluarga sendiripun tidak terlepas dari itu.

Hendry Shixiong => Kesombongan itu memang dari si kera, tapi mungkin kera itu tidak ingin menjadi kera yang sombong. Ia hanya ingin menunjukkan jati dirinya seperti ini loh tapi hanya caranya itu salah, sehingga komunitasnya tidak menghargai kelebihan dia. Ketika ia berlagak didepan para pemburu, justru itu yang membuat ia celaka.

靜思語  Jìng sī yǔ  (kata perenungan) Master Cheng Yen : 
“Kita harus dapat mengecilkan ego kita sehalus debu, namun tidak berarti harus merendahkan diri. Justru dengan sikap penuh kerendahan hati ini, kita berusaha mengoptimalkan potensi yang ada pada diri kita”.


Johan Shixiong => Hidup didalam suatu komunitas selalu ada Pro dan Kontra , yang artinya selalu ada nilai-nilai yang saling berlawanan dan itu tidak akan pernah selesai. Point-nya adalah How to manage bagaimana menyiasati antara pandangan penilaian saya dan pandangan penilaian umum / kebanyakan orang. Oleh karena itu kita harus tahu bahwa makhluk hidup itu beragam dan manusia pun beragam, jadi bagaimana kita mengatasinya saja. Dengan pikiran yang positif akan memberi kondisi karma baik cepat berbuah, sebaliknya pikiran negative akan menjadi lahan subur bagi karma buruk untuk cepat berbuah. Kenapa di kata perenungan dalam cerita ini dikatakan “Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kita harus menjaga “Niat Pikiran” dengan baik”, karena pikiran yang baik adalah usaha kita memberi kondisi yang baik pada benih yang sudah kita bawa dan benih itu akan tumbuh subur sesuai dengan lahan yang kita berikan. Rendah hati adalah salah satu pelatihan diri kita, karena karma buruk mempunyai 3 akar, yaitu: Lobha / Ketamakan (貪  Tān), Dosa / Kebencian (瞋 Chēn), Mohha / Kebodohan (癡  Chī). Tetapi ada lagi yang lebih kecil / halus, yaitu: Kesombongan (慢 Màn) dan Keraguan (疑  Yí). Dengan melatih untuk memahami dan menyadari, barulah kita bisa rendah hati sehingga tidak menimbulkan kontradiksi dengan orang lain How to manage your life.

Hok Lay Shixiong => Kita sering kali menginginkan pengakuan. Didalam melakukan kegiatan atau dalam keseharian kita, kita selalu mengharapkan pengakuan dari sekeliling kita, seperti : pengakuan sebagai orang yang baik, orang yang pintar, yang suci, yang ganteng / cantik dan sebagainya. Ketika pengakuan seperti itu tidak didapat maka kita menjadi kecewa terhadap sekeliling kita dan kalau kita mencari pengakuan diri seperti ini sebenarnya banyak membawa masalah bagi kita. Seperti si monyet ini ketika tidak diakui maka ia merasa kecewa dan dengan kesombongannya ia merasa lebih pintar “Buat apa kumpul dengan kamu lagi mending saya pergi sendiri saja”. Sama juga seperti “Saya berbuat baik di Tzu Chi tapi tidak ada yang mengakui perbuatan baik saya, yah saya pergi saja berbuat baik ditempat lain. Buat apa saya berbuat baik di Tzu Chi tapi semua orang tidak menganggap saya”.

Tidak Menganggap Saya ini lebih dari kesombongan, yang dasarnya adalah ingin suatu pengakuan, maka kita harus belajar Berkesadaran dari keinginan-keinginan yang mengotori batin. Kalau kita menyadari ada keinginan seperti itu dalam pikiran kita, maka dengan sendirinya pikiran itu akan Drop (turun/hilang). Kesadaran itu sangatlah dibutuhkan, setelah kita mempunyai kesadaran maka sikap rendah hati juga akan timbul, Master mengatakan “Dalam keseharian kita harus berusaha untuk sadar, tidak mudah terpengaruh oleh kondisi luar”. Batin kita haruslah  Jìng  = Tenang / hening dan kita belajar untuk kearah itu, sehingga batin kita yang sudah tenang seperti air yang jernih dengan sendirinya Kebijaksanaan kita akan terus meningkat/bertambah.

Leo Shixiong => Saya sering mendengar tentang  心款 , 念純  Xīn kuǎn , niàn chún = Hati yang Lapang dan Pikiran yang Murni. Kalau diartikan dengan lebih luas, 上人Shàng rén (Master) mengatakan 心款不傷人 , 念純不傷己 = Xīn kuǎn bù shāng rén , niàn chún bù shāng jǐ “ Hati yang lapang tidak mencelakai orang lain , Pikiran yang murni tidak mencelakai diri sendiri.


靜思語  Jìng sī yǔ  (kata perenungan) Master Cheng Yen :
“Akur dengan orang lain begitu sulit, menyinggung orang lain begitu mudah”.

Wahyuni Lo Shijie => Pada dasarnya setiap orang mempunyai jalinan jodoh dari kehidupan sebelumnya. Tipe manusia ada 2 macam yang datang kepada kita, yaitu: ada yang datang untuk memupuk jasa kebajikan dan ada yang datang untuk menagih hutang karma kepada kita. Kalau kita sulit untuk bisa akur dengan orang lain, berarti dalam kehidupan yang lalu belum membuat jodoh baik, mungkin ada orang-orang tertentu yang tidak bisa akur, seperti kalau dia mengatakan pendapat A dan yang lain mengatakan B maka tanpa sadar kalau mereka berkomunikasi antara satu dengan yang lain tidak pernah sejalan dan apapun yang disampaikannya membuat salah satunya tersinggung.

Hok Lay Shixiong => Menyinggung orang lain atau diri sendiri memang begitu mudah, bukan hanya menyinggung orang lain itu mudah tapi diri kita sendiri juga mudah untuk tersinggung. Saya dengan orang lain itu sama, saya adalah orang lain dan orang lain adalah saya. Jadi kenapa saya mudah tersinggung? Karena saya tidak bisa menerima, tidak bisa memahami dan tidak bisa memaklumi baru bisa tersinggung. Kalau saya bisa memaklumi  dan bisa menerima kata-kata dari yang lain tentunya saya tidak akan tersinggung. Kita di Tzu Chi ada Sup 4 rasa, yaitu: 知足  Zhī zú (Berpuas Diri), 感恩  Gǎn ēn (Bersyukur), 善解  Shàn jiě (Berpengertian), 包容  Bāo róng (Memaklumi / bertoleransi).  Kalau saya Bersyukur mempunyai teman dan berjodoh dengannya, bagaimana saya bisa tersinggung kalau dia berbicara? Kalau saya Memahami  saat dia lagi stress dan sedang banyak urusan lalu dia berbicara agak kasar, bagaimana saya bisa tersinggung?, jadi kalau Sup 4 rasa ini kita minum terus setiap hari dan ada orang yang marah/bicaranya kasar terhadap kita, dan kita berfikir “Ah, mungkin dia lagi labil jadi maklumi saja” maka kita tidak akan tersinggung. Begitu juga kalau kita berbicara kepada orang lain harus kita jaga, karena saya bersyukur ada teman jadi saya harus jaga omongan saya supaya tidak melukainya, jangan sampai kata-kata saya membuat ia kecewa dan bukan dengan kata-kata seperti “Saya kalau ada salah maaf yah, saya lagi bete nih”, kita tidak boleh seperti itu.

Ada kata perenungan Master “Jadilah kita orang yang Pemaaf , tapi jangan menjadi orang yang selalu meminta maaf” misalnya kita berulang kali meminta maaf tapi kita terus mengulangi lagi kata-kata yang bisa melukai,  jadi kita melakukan kesalahan berulang-ulang. Dengan minum Sup 4 rasa Tzu Chi ini setiap hari, kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam berbicara dan juga ada Gan En, Zun Zhong, Ai . Zun Zhong / Menghormati, bagaimana kita menghormati orang lain? waktu kita berbicara dengan orang lain dan waktu meminta pendapat orang lain, kita juga selalu menghormati. Kalau saya meminta pendapat dengan orang dan pendapatnya itu tidak sesuai dengan keinginan saya, maka saya terima saja dan tidak mendebat orang itu karena kalau kita debat malah ia akan tersinggung.

Johan Shixiong => Akar karma buruk sangat mewarnai apakah kita bisa atau tidak untuk akur dengan orang lain. Jadi bagian dari pelatihan diri kita selain menyadari adanya Lobha, Dosa, Mohha tapi kita juga harus menyadari adanya Manna / kesombongan dan adanya keraguan. Oleh sebab itu akan mewarnai seberapa besar pelatihan diri kita. Manusia adalah produk budaya, dimana saya lahir, tumbuh besar dan di didik, saya mewarisi sistem nilai yang berlaku dimasyarakat. Kita yang berada dikomunitas ketimuran membuat kita harus mengalah kepada orang / sedikit merendahkan hati, tapi kalau kita lahir di Barat maka disitu mempunyai kebiasaan Sportive kalau kita bersaing maka kita jangan mengalah pada orang karena itu tidak sopan, misalnya kita saat bersaing sengaja mengalah supaya ia bisa menang tapi ia akan marah pada kita karena kita tidak sportive. Jadi system penilaian yang berbeda kalau melihat permasalahan yang sama, hasilnya tidak akan sama / berbeda.

Bambang Shixiong => Si monyet ini sebenarnya tidak menjadi target, tapi karena kesombongannya akhirnya ia di panah dan mati. ini sama juga seperti kehidupan kita seandainya kita berjalan dan melewati suatu gang yang banyak premannya, kalau saat kita lewat jalan itu kita sopan kepada mereka maka mereka tidak akan mengganggu kita. Tetapi kalau kita lewat dengan sikap menantang maka itu akan menjadi pertengkaran, kalau saya hanya sendiri dan mereka itu banyak maka saya akan seperti monyet dalam cerita ini yang mati dipanah.

Wahyuni Shijie => Setiap manusia memiliki noda batin, salah satunya kita tidak bisa melihat kedalaman dari isi hati manusia, dari luar kita melihat dia ini diam tapi kita tidak tahu bahwa batinnya tersinggung. Jadi pada dasarnya harus mempunyai toleransi yang tinggi, mungkin karena dari lingkungan keluarga yang berwatak keras membuat ia berbicara dengan nada keras, mungkin dengan ucapannya itu ia tidak bermaksud untuk menyinggung tapi secara tidak sengaja sudah menyinggung orang lain.

靜思語  Jìng sī yǔ  (kata perenungan) Master Cheng Yen :
“Terhadap diri sendiri kita harus rendah hari dan bisa menerima pendapat orang lain, terhadap orang lain hendaknya kita menghargai kesempatan dapat bergaul dan bekerja sama”.

Gan en.

Kamis, 11 Oktober 2012

KEGIATAN : BEDAH BUKU, HE QI: UTARA

Tema : Keindahan Kehidupan/生活美學 Sheng Huo Mei Xue
            1. “轉彎看世界 Zhuan Wan Kan Shi Jie” Berputar Melihat Dunia
            2. “雙頭鳥 Shuang Tou Niau” Burung Berkepala Kembar
Sharing by : 許榮祥 Xu Rong Xiang Shixiong (salah satu komite dan pembimbing senior Bedah Buku Taiwan)
Penerjemah : Hendry Zhou Shixiong
Lokasi :  Jing Si Books & Cafe Pluit
Waktu : 11 Oktober 2012, 19.00-21.00 WIB
Jumlah Peserta : 59 orang

Sharing by Xu Rong Xiang Shixiong :
Dengan hati merasakan keindahan hidup di manapun juga. Membaca adalah awal dari semua keindahan kehidupan. Bila membaca dilakukan satu orang, maka hanya satu orang yang mendapat kegembiraan. Bila bersama-sama membaca, maka setiap orang akan mendapat hal-hal menarik yang berbeda.

Untuk saat ini mari kita buang semua cara bedah buku yang biasanya, kita akan mencoba cara baru yang lebih menarik. Kita akan menggunakan suasana yang santai, ceria, dan hangat dalam bedah buku yang berbudaya humanis ini. Keindahan budaya humanis akan terpancar secara alami. Hati dan pikiran akan terbuka dan terasa lebih lapang. Mari kita sama-sama membuka jendela keindahan dalam kegiatan membaca bersama ini.

Tanggal 7 Oktober yang lalu adalah hari peresmian Jing Si Tang, bangunan yang sangat agung, megah, dan kokoh. Di dalamnya terdapat Universitas Pengembangan Masyarakat (Tzu Chi Learning Centre). Learning Centre seperti ini sudah ada di Taiwan, terdapat 20 cabang di sana, dan di Malaysia serta Singapura juga sudah ada. Cabang di Indonesia akan segera dibuka, pada kesempatan ini mari kita mencoba belajar salah satu temanya.

Tema hari ini adalah : 轉彎看世界 Zhuan Wan Kan Shi Jie/ Berputar Melihat Dunia.
Melalui musik dan isyarat tangan, kelas ini bertujuan membuat hati kita lebih lembut, membangun interaksi positif serta kekompakan bersama. Melalui cerita sederhana, kita bisa mendalami dharma dalam cerita untuk mengintrospeksi diri. Dan melalui sharing Kata Perenungan, kita bisa memilih solusi yang paling sesuai bagi kita. “Cerita sederhana dengan makna yang dalam,” sehingga kegiatan Bedah Buku akan terasa menarik penuh sukacita, dan mendalam.

(Xu Shixiong mengajak semua peserta mendengar lagu 轉彎看世界 sambil menyimak liriknya, dibarengi dengan isyarat tangan dari Su Hui Shijie)


轉彎看世界 :

“春雨綿綿落袂停  熱天赤焰亂心神
Hujan musim semi turun tak henti
Musim panas sangat membuat hati kacau

秋葉飄零親像阮  冬天霜雪也無情
Dedaunan musim gugur beterbangan menerpa diriku
Salju di musim dingin juga tak berperasaan

人講花無百日紅  袂凍萬事照希望
Orang bilang tidak ada bunga yang mekar selamanya
Tidak semua hal terjadi sesuai harapan

若是轉彎看世界  四季就攏無同
Bila berputar melihat dunia
Empat musim semuanya tidak ada yang sama

春天花開人輕鬆  夏天清風透心涼
Bunga bermekaran di musim semi, orang-orang tiada beban
Angin sepoi-sepoi musim panas menyejukkan hati

秋天月圓正當時  冬筍回甘又春天
Bulan purnama tepat di saat musim gugur
Musim dingin berakhir, bertemu lagi dengan musim semi”

 Sharing peserta mengenai lagu 轉彎看世界 :
  • Suka dengan shouyunya (isyarat tangan)
  • Suka dengan lirik lagunya
  • Lagunya sangat bagus, hati akan tenang bila melihat segala sesuatu dari sisi positif, bila ada masalah, itu pasti akan berlalu juga.
  • Tidak semua hal bisa terjadi sesuai harapan. Yang tidak sesuai bukan berarti tidak baik, yang sesuai juga belum tentu baik. Bersyukur atas semuanya, maka semuanya adalah baik.
  • Inti dari lagu ini adalah agar kita belajar melihat segala sesuatunya dengan berputar, yaitu melihat dari sisi lain.




Sharing by Xu Rong Xiang Shixiong :
Pada sesi berikut ini kita akan membaca buku. Sebuah kisah sederhana dari buku “Membeli Kebijaksanaan”, yaitu “Burung Berkepala Kembar”.



















"Burung Berkepala Kembar"

Alkisah ada seekor burung berkepala kembar. Saat kepala yang satu beristirahat, kepala yang lain harus tetap sadar untuk berjaga. Salah satu kepala sangat suka tidur sehingga kepala yang lain harus selalu sadar. Suatu saat ketika kepala yang suka tidur sedang tertidur pulas, kepala yang sadar memakan buah yang jatuh di dekatnya tanpa membangunkan kepala yang sedang tidur. Ketika kepala yang suka tidur itu mengetahui ia tidak dibangunkan, ia pun merasa kesal dan berniat membalas dendam. Karena itu ketika mereka bergantian berjaga, kepala yang suka tidur mendapati ada sebutir buah yang jatuh di dekatnya, namun buah itu beracun. Kepala yang suka tidur itu, akhirnya memakan buah tersebut, ia berpikir seandainya mati pun mereka akan mati bersama.

Kepala yang suka tidur adalah kehidupan lampau Devadatta, sedangkan kepala yang selalu sadar adalah sang Buddha. Pikiran manusia sangatlah sulit dikontrol, terhadap Devadatta yang adalah adik sepupu dan akhirnya menjadi muridnya saja, Buddha kesulitan mengubah sifatnya. Melatih diri haruslah mengandalkan diri sendiri. Hanya dengan melatih diri sepenuh hati, bersedia bekerja keras untuk melenyapkan ketamakan, kebencian, kebodohan, kesombongan, dan kecurigaan, barulah kita dapat melenyapkan noda batin. Jika tidak demikian, ibarat terlahir sebagai burung berkepala kembar yang memiliki tubuh yang sama, tetap akan memiliki niat buruk mencelakakan orang lain. Dengan menyakiti orang lain, sesungguhnya kita sedang menyakiti diri kita sendiri.

 Sharing peserta mengenai cerita “Burung Berkepala Dua” :
  • Kepala yang memakan buah sendiri tanpa membangunkan kepala yang suka tidur, ada beberapa sebab : karena ia tamak, maka ia makan sendiri; karena ia tidak tega membangunkan kepala yang sedang tertidur pulas; karena walaupun ia yang makan, tapi akan sama-sama kenyang juga.
  • Cerita ini ada hubungannya dengan hukum karma, yang rajin akan mendapatkan buah manis, yang malas akan mendapatkan buah beracun.
  • Devadatta adalah sepupu Buddha, tapi pelatihan diri adalah masing-masing, siapa yang melatih maka dialah yang mendapat.
  • Semuanya tergantung pikiran kita, bila kita berpikiran positif maka semuanya adalah baik, bila berpikiran negatif maka semuanya adalah tidak baik.
  • Jangan karena perbuatan baik yang kecil sehingga tidak mau melakukan, marilah kita sedikit demi sedikit melakukan kebaikan setiap ada kesempatan.
Sharing by Xu Rong Xiang Shixiong :
**Mendengar begitu banyak sharing dari Shixiong Shijie semua, saya juga banyak belajar. Kembali melihat ke kehidupan nyata, mungkin kita pernah bertemu dengan situasi seperti burung itu, kadang kita tidak ada niat buruk tapi muncul efek yang tidak kita harapkan. Kadang kita ada sedikit ketamakan dan merasa itu tidak apa-apa, tapi sesungguhnya efeknya sangat menakutkan.


**Hati dan pikiran yang polos, niat yang murni, yaitu dengan cara : dalam kehidupan ini menjadi orang yang berperasaan netral, maka setiap hal yang menurut orang lain baik atau buruk, tidak akan mempengaruhi kita. Kedengarannya sangat sulit dibayangkan. Bila masalah datang, maka timbul persepsi, bila terasa tidak enak maka akan terasa terluka, hal seperti ini adalah suatu pelatihan yang harus kita latih terus.

**Orang-orang yang kita temui dalam kehidupan ini (yang berjodoh dengan kita) dapat digolongkan menjadi dua jenis :
  • Yang datang membalas kebaikan kita
  • Yang datang ‘menagih hutang
Shixiong Shijie perhatikan sendiri orang-orang yang ditemui, apakah mereka datang untuk membalas kebaikan kita atau menagih hutang, kemudian bagaimana cara kita menyikapinya?
Kita bisa bertemu di sini dan pada saat ini karena adanya jalinan jodoh. Bila seseorang itu datang untuk membalas budi, maka kita biasanya merasa nyaman ketika bertemu dengannya, kita bisa terima apapun yang dilakukannya. Namun bila kita memiliki niat tulus mau ‘ditagih hutang’, hendaknya kita bertekad untuk membayar hutang itu dengan lunas, karena dengan demikian akan membantu agar kita terlahir di alam sukhavatti.

**Setiap kegagalan, kemunduran, kesedihan, dan kesulitan, hanyalah sebuah potret sementara dalam perjalanan hidup ini. Mungkin saja belokan atau putaran berikutnya, yang menunggumu adalah : sebuah senyuman, sebuah seruan, sebuah kejutan, sebuah keramaian yang berlangsung lama, sepasang raut mata anak kecil yang sepenuhnya menerima dirimu.



**Kata Perenungan : 心寬不傷人, 念純不傷己 xin kuan bu shang ren, nian chun bu shang ji.
Dengan berlapang dada maka tidak melukai orang lain, dengan berniat murni maka tidak melukai diri sendiri. Dengan demikian barulah tidak akan timbul perselisihan atau bahkan dendam kepada dengan orang lain. Dengan mengubah pikiran, maka kehidupan juga ikut berubah. Menggenggam erat jalinan jodoh yang ada, memanfaatkan potensi dalam kehidupannya, adalah orang yang paling penuh berkahnya.

Gan En _/\_